Segala yang tersimpan lama

2540 Kata

"Kamu udah ketauan, Ar."   Ardi meringis mendengar suara itu. Niat ia untuk masuk kembali ke dalam apartemennya ia urungkan. Tangannya yang sudah berada di kenop pintu pun laki-laki itu jauhkan.   "Ketauan apanya sih, Pah?" tanya Ardi balik. Ia membuka penutup kepala dari hoodie putihnya itu dan mengusap belakang lehernya berkali-kali. Kemudian, berjalan pelan ke arah Ferdian yang sedang bersandar pada tembok tak jauh dari dirinya itu.   Tidak menyangka juga di hari Senin pagi ini—Ardi yang ingin berangkat sekolah, melihat Papanya di depan apartemennya.   Ferdian bersedekap d**a. Menunggu putranya itu mendekat ke arahnya. "Ketauan mau menghindar. Sini kamu!" perintahnya.                                               "Menghindar apanya? Ardi lupa sama kunci motor yang ketinggalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN