Semua yang seharusnya diakhiri

3183 Kata

"Ngapain diem di situ? Ayo masuk."   Elara yang tadinya memang hanya diam saja di depan pintu apartemen Ardi, akhirnya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Biasanya Elara tidak merasa sekaku ini saat berdua dengan Ardi seperti sekarang. Lagi-lagi alasannya hanya satu; semua tidak seperti dulu.   Terlihat Ardi langsung melempar begitu saja tas ranselnya dan melepas hoodie maroon-nya itu yang ia lempar juga ke atas sofa. Menarik langkah menjauh dari living room menuju ke arah dapur, meninggalkan Elara sendirian.    "Ra, sini." Lalu suara Ardi terdengar lagi. Elara melepas tas ranselnya dan berjalan mendekat ke arah Ardi yang sedang membuka pintu lemari pendingin. Elara memilih duduk dan berpura-pura sibuk bermain dengan ponsel yang baru saja Elara keluarkan dari saku seragamnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN