Terciptanya jarak lagi dan lagi

2729 Kata

Malam ini hujan.   Beruntung setelah pulang les, Ardi bisa dengan cepat mengindari rintik-rintik air yang jatuh dari langit itu untuk langsung pergi ke rumah Papanya. Iya, rumah Ferdian sendiri. Yang berada di Selatan Jakarta.   Agak jauh memang dari apartemennya berada, dari tempat lesnya. Namun, ini perintah Ferdian, Ardi tidak boleh membantah juga kan.   "Semalem kamu abis dari mana aja, Ar?" tanya Ferdian mengawali topik pembicaraan dan duduk di sofa. Meletakkan cangkir putih berisikan teh hijau yang terlihat masih mengepul ke atas meja di depannya itu.   Mereka sedang berada di living room saat ini. Ardi yang dengan asal memainkan tuts piano dan Ferdian yang sibuk dengan tab di tangannya.   Ardi menghela napas pelan, mendengar pertanyaan itu. Papanya pasti tahu ia pergi ke n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN