* Tika memeluk dan mencium kedua pipi Moody. Lalu menangkup wajahnya. "Bunda bahagia loh, Moo..." ucap Tika terharu, begitu Moody dan keluarganya datang berkunjung. Moody tersenyum,"Iya Tante, maafin Moo ya?" "Loh, kok manggil Tante? Bunda yang harus minta maaf, karena Dwika kamu sampai harus pergi. Maafin Bunda ya? Mungkin karena Bunda terlalu manjain Dwika, jadinya gitu deh." Tika mengelus kepala Moody, kedua matanya memandang nanar dan berkabut. Moody lagi-lagi tersenyum, memang dia harus membalas bagaimana? "Ya udah, Bunda nggak usah sedih lagi. Sekarang 'kan Moo ada di sini," Moody mengamit tangan Tika. "Moo jangan pergi-pergi lagi ya? Kalo Dwika macem-macem bilang sama Bunda," kata Tika wanti-wanti. "Iya Bun, tenang aja. Kalo Dwika sampe macem-macem, Moo nggak akan pernah

