MH 18

1229 Kata

* Dwika gelisah, sebentar-sebentar dia melongok dan memperhatikan gadis di seberangnya. Film yang di putar di hadapannya tak ia hiraukan sama sekali. Fokusnya hanya pada Moody yang duduk di bagian bawah barisan seberang. Moody duduk di antara Adit, Tiwi, Cita dan Kania. Sedang dirinya jauh di nomor belakang. Sial! Dia harusnya menukarkan tiketnya agar bisa satu baris dengan Moody. Meskipun dari jarak yang cukup jauh begitu, tapi Dwika bisa memastikan kalau Moody pun terlihat merasa tak nyaman karena seatnya yang berdampingan dengan Adit. Dia pikir Moody akan merasa senang dan berlaku genit pada cowok yang katanya sahabat rasa pacar itu. Tapi tidak. Entah rasa apa itu yang menyusup dalam hatinya diam-diam hingga merasa lega melihat gadis itu tampak jengah dan kesal. Sebersit senyum terci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN