Happy reading ❤️ * Dwika menatap lekat gadis yang tertidur pulas dalam dekapannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk satu senyuman. Lalu mendekat, mengecup puncak kepala gadis itu. Merasa geli bila teringat kisah semalam yang membuatnya harus mati-matian menahan gejolak aneh yang tiba-tiba menggelora. Bukan sekadar bucin seperti banyak orang katakan. Tapi menurutnya kadar kebucinan dirinya pada seorang Moody sudah benar-benar tak bisa di ganggu gugat limitnya. Berulang kali Dwika menyesap bibir itu dan ia tak pernah merasa bosan. Bibir Moody kissable, begitu menurutnya. Dia tak peduli seandainya bibir istrinya itu membengkak karena seringnya ia sesap. Ah dasar laki-laki... Lagi-lagi Dwika menyunggingkan senyuman. Lenguhan samar terdengar dari bibir Moody. Dwika terus memperhatikannya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


