* Gadis itu mendengarkan petuah demi petuah yang di sampaikan sesepuh. Tinggal sedikit lagi langkahnya menuju gerbang masa depan. Yang artinya tinggal sedikit pula waktunya tersisa untuk bersama keluarganya. Sedikit lagi waktunya bermanja-manja dengan sang papa, menikmati masakan tantenya dan bersenda-gurau dengan sepupunya. Ah, ingat akan hal itu bibirnya tersenyum miris. Antara bersyukur dan bersedih. Matanya berkaca-kaca, mengingat kenyataan yang menantinya di depan sana. Seorang Moodrika Ayudya akan segera menjadi istri seseorang. Rasa takut tiba-tiba menelusup, memeluk dirinya erat seperti membebat, membungkusnya rapi, agar dirinya tak beranjak pergi. Seketika ia ingin serakah, bersama Dwika tapi tidak harus meninggalkan keluarganya. Bagaimana ini? Kenapa hatinya kembali meragu? M

