Bab 34 * "Duh ... hati, jangan dugun-dugun gini dong!" Moody mengusap dadanya resah sambil menyandar di balik pintu. "Efeknya kok gini amat ya? Dasar jodoh, secara raga udah terpisah, hati sama kenangan masih ngintilin dan aku yang jadi korbannya!" dengkusnya lalu menyalakan shower. Kucuran air dari shower yang membasahi tubuh Moody setidaknya cukup melegakan. Sejenak refreshing dari rasa penat dan kesal yang tadi menyelubunginya. "Moo!" Dwika menggedor pintu kamar mandi. "Ya?" Moody mematikan showernya. "Ikut ke air dong, aku mules nih." "Tar!" Selebihnya Moody mendumal. Untung sudah memakai sabun dan membilasnya. "Makan apa sih sampe mules?" tanya Moody begitu keluar. "Nggak tahu," cepat Dwika masuk dan menutup pintu. Moody kesal, karena dia belum sempat berganti pakaian.

