* Moody menggigiti kukunya sambil mondar-mandir, sebentar duduk lalu berdiri lagi. Resah. Galau. Kenapa dia tadi sampai menjawab: iya? Poor Moo... Dia ingat seminggu ini cowok yang katanya mau dijodohin sama dirinya, Dwika, ternyata sampai akhirnya beberapa menit lalu tak nunjukin batang hidungnya sedikitpun. Justru Utari bilang kalau Tika, bundanya cowok itu mengabarkan Dwika yang harus pergi dadakan ke Korea. Ngapain? Konser Mas? Dan menyebalkannya lagi, dia harus turut-manut apa pun yang dikatakan Reinhard. Mulai dari makanan, kegiatan, semuanya harus seijin papanya itu. Ditambah hatinya yang tak kunjung membaik. Hari itu, selain genknya yang mengajak main, ada juga Aditya. Sahabat cowok satu-satunya. Sahabat yang Moody harapkan suatu saat jadi seseorang yang spesial. Malam i

