Terbakar

1129 Kata

HAPPY READING. Ketika membuka mata, cahaya matahari sudah menyelip dibalik tirai. Dia merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Perlahan, Sean mencoba bangkit dari posisi tidurnya tetapi diurungkan ketika menyadari sebuah lengan kurus melingkar di pinggangnya. Senyum Sean melebar, dengan tatapan bahagia dia mengamati pahatan sempurna seorang wanita yang tidur di sampingnya. Di bisik sikap jahil, Sean menyusuri seluruh permukaan wajah Kesya dengan bibirnya. Merasa terusik, Kesya menggeram dengan kelopak mata tertutup. "Sean?" "Apa sayang?" Sean sengaja menjawab dengan menggoda. "Berhenti mengganggu ku." suara rengekan Kesya terdengar begitu manja seperti suara khas anak kecil ketika permintaannya tidak dipenuhi. "Aku tidak menggangu mu, hanya sedang memberikan sentuhan cuma-cuma p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN