Happy Reading "Buka mulutmu sayang, ini yang terakhir." dengan penuh rasa kesabaran Maria sedari tadi tidak mengenal lelah untuk membujuk Sheila yang begitu sulit untuk ditaklukkan. "Sudah cukup ibu. Aku tidak mau lagi." perintah Sheila dengan tegas. Mendengar kalimat penegasan itu,Maria menghela nafas pasrah. Dia meletakkan mangkuk di nampan lalu menaruhnya diatas meja. Maria mengawasi wajah Sheila dengan seksama, tampak kerutan tipis di keningnya ketika melihat kesedihan di wajah Sheila. "Ada apa denganmu sayang?" Maria berujar dengan nada lembut, mencoba untuk memberi sedikit ketenangan pada Sheila. "Aku tidak apa-apa. Hanya saja aku sangat merindukan Sean." kilat kemarahan yang biasanya bersinar di kedua mata Sheila Jun tampak "Jika kau memang merindukannya berusahalah agar cepat

