Perjanjian Kurang Bagus?

1106 Kata

Diana P.O.V Sore itu, langkahku terasa berat saat keluar dari lift. Aku memeluk map berisi beberapa berkas yang belum sempat aku letakkan di kantor. Hari ini lumayan melelahkan, tapi rasa penatku langsung menguap begitu aku membuka pintu flat. Suara tawa samar terdengar dari ruang tamu. Aku melepas heels pelan-pelan, berharap bisa langsung mandi dan selonjoran. Tapi pandanganku langsung tertuju pada sosok Justin yang duduk di sofa bersama mama ku dan mama nya Justin. Oke. Napas... napas, Diana. Baru satu langkah masuk, Justin sudah berdiri dan dalam dua detik dia menarikku ke pelukannya lalu menjatuhkan tubuhku ke pangkuannya, duduk di sofa sebelahnya. “Hei, pelan-pelan dong,” protesku pelan. “Aku kangen,” bisiknya di telingaku. Aku tersenyum kecil, namun pandanganku masih awas. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN