Diana P.O.V Hari itu rasanya seperti kepingan mozaik yang baru saja disatukan. Setelah pertemuan keluarga yang hangat dan sedikit dramatis tadi siang, kami semua kembali duduk bersama di ruang VIP restoran. Kakak-kakakku, kakak iparku, orangtuaku, dan keluarga Justin semua mulai bercengkrama seperti sudah saling kenal lama. Jasmine duduk di pangkuan Mama Justin, tersenyum sambil menggigit-gigit jarinya. Kadang dia menoleh ke Justin lalu tertawa pelan, seolah senang sekali melihat banyak orang yang menyayanginya. Aku sendiri masih merasa seperti sedang mimpi. Semuanya berjalan begitu cepat. Pertunanganku dengan Justin mungkin akan terjadi dalam waktu dekat, bahkan tadi Mama sempat membisikkan rencana untuk mulai fitting gaun. Sementara itu, Justin duduk di sampingku dengan tangan yang me

