Kesempatan Kedua

1445 Kata

Diana P.O.V Matahari baru saja muncul dari balik gedung-gedung tinggi Jakarta, menyinari kaca jendela apartemenku yang terbuka sebagian. Aroma kopi dan roti panggang mulai mengisi ruangan, berpadu dengan tawa dan obrolan ringan yang terdengar dari dapur kecil kami. Aku berdiri di depan kompor, mengenakan apron bergambar wortel sambil mengaduk adonan pancake. Riana sibuk memotong buah-buahan, Isabella mengatur piring dan sendok, sementara Citra dan Elysa sibuk membuat jus jeruk dan smoothies warna-warni. “Kak, gw bingung deh, ini wajan anti lengket atau anti semua perasaan?” seru Elysa dari belakangku, menunjuk wajan tempat pancake yang nyangkut di permukaan. Aku menoleh sambil tertawa kecil. “Itu sih lo nya aja yang terlalu buru-buru. Tunggu permukaannya kering baru dibalik, adek.” Ri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN