Keesokan harinya aku ngampus seperti biasanya bertemu dengan teman teman ku, tapi hari ini Evan tidak masuk karena sakit,, siang ini pulang ngampus aku berniat untuk menjenguk Evan dirumahnya.
"Tumben berangkat sama Dini Ra?" ucap Dita
"Iya Evan lagi sakit soalnya, ntar pulang ngampus aku mau jenguk dia"
"Emangnya Lo berani kerumah Evan, maksud ku pasti dirumahnya ada mamanya Evan terus Lo gimana?"
"Gatau aku Dit yg terpenting aku mau jenguk Evan, aku takut dia kenapa kenapa"
"Iya semoga si Evan cepat sembuh dan ada pasangan terbucin dikelas kita wkw" ucap Dini
"Wkwkw kalian bisa aja, eh iya dit katanya Lo mau ngenalin cowo Lo ke kita kita" ujar ku
"Iya tuh dit" balas Dini
"Iya bentar lagi dia lewat kelas kita tenang aja, tar bakal ku kasih liat kok"Dita
"Cuma dikasih liat aja ga dikenalin"ujar Dini
"Kan si David lewat kelas sama gengnya dia, kalo sendiri ya aku kenalin ke kalian"
"Oh namanya David dit?"
"Iya Ra,, bucin dia sama aku kemarin aku dibeliin kalung nih liat"
"Wah beruntung banget loh dit, kan gw jadi pengen, sahabatku udh ada pawang semua lah aku?" Dini
"Wkw sabar nanti kamu pasti dapat pacar tenang aja"
"Wkwkw aminn deh" Dini
"Eh itu dia David " Dita menunjuk kearah luar kelas terdapat 4 cowo yang lewat didepan kelas ku
"Itu David pake baju krem, gimana ganteng ga?"
"Eh ganteng dit" ujar Dini
Tapi pandangan ku terarah ke cowo yg pake baju item, sepertinya aku pernah melihat dia, hmm tapi dimana? apa dia yg kemarin dipantai pakai kacamata hitam itu ya? sepertinya iya ,dari postur tubuhnya keliatan sama cuma kemarin dia pakai kacamata sekarang enggak.
"Itu yg pake baju item namanya Putra Ra, katanya Lo kemarin mau tau" ujar Dini
"Oh itu namanya Putra"jawabku
"Iya namanya Putra baru masuk ke universitas sini aja banyak cewe yg naksir dia, secara kan dia ganteng dan misterius gitu"
"Misterius gimana?" tanyaku
"Dia kalau kepantai suka pakai kacamata" ujar Dita
"Kenapa begitu?" tanyaku
"Iya gatau mangkanya kita juluki sebagai pria misterius"
Berarti bener dong kemarin itu Putra.
Jam pulang pun tiba.
"Ra gw anterin Lo ke rumah Evan ya"
"Hmm gausa din aku ntar naik taksi aja,, makasi banyak ya tumpangannya tadi"
"Bener nih gapapa?"
"Iya gapapa Dini, eh ngomong-ngomong mana Dita?"
"Dia balik sama pacarnya lah"
"Oh wkwkw Lo kapan?"
"Kapan kapan,, yauda aku duluan ya bye Laura "
"Bye Dini hati hati ya"
"Okey Laura cantik "
Sebelum aku pergi kerumahnya Evan aku memutuskan untuk pergi ke supermarket membelikan buah buahan untuk Evan, aku menuju rak tempat buah melon karena Evan suka buah melon, dirak hanya terdapat 1 buah melon saja sebelum aku mengambil buah tersebut tiba tiba seorang pria mengambil melon tersebut.
"Maaf itu melonnya punya ku kok diambil"
Pria itu menoleh, ternyata pria itu adalah si Putra pria berkacamata hitam itu
"Yg ambil duluan siapa? aku kan? jadi buah itu milikku"
"Bisa ga si ngalah sama cewe?"
"Gabisa"
Pria itu meninggalkan ku dan menuju meja kasir.
"Dasar cowo tega an sama cewe ih,, aduh aku jadi beli buah apel deh"
Setelah mengambil buah apel aku bergegas menuju kasir untuk membayar
"Mbk ini( aku menyodorkan 6 buah apel segar) sama roti sobek itu ya 2 "
"Hmm total semuanya 90.000 kak" Aku menyodorkan selembar uang 100.000
"Ini kembaliannya kak,,oh iya kak tadi ada cowo yg menitipkan buah kepada saya, dia bilang suruh kasih ke mbk nya"
"Cowo siapa ya mbk?"
"cowo pake hodie hitam kak, ganteng dia"
"(cowo hodie hitam berarti Putra dong, kenapa dia kasih buah ini ke aku?) Hmm makasih ya mbk"
"Iya kak sama sama"
Aku keluar toko dan membuka bungkusan plastik yg berisi melon dan strawberry itu terdapat selembar tulisan {tuh buah mu ku balikin, nanti kamu nangis lagi}
"Nangis? ihh dasar cowo nyebelin, tapi kok ada strawberry juga ya? padahal kan tadi cuma melon aja yg jadi rebutan,, ah biarin dah mayan gratisan"
Sesampainya di rumah Evan aku deg degan takut ketemu sama mamanya Evan,,, seeorang satpam menghampiri ku
"Eh mbk Laura silahkan masuk mbk" ujar satpam tersebut
"Eh iya pak terimakasih, aku masuk duluan ya pak"
"Baik mbk Laura"
Aku segera masuk dan mendapati Evan sedang duduk diruang tamu bersama salah satu pembantunya
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam,, eh sayang ayo sini masuk( Evan menghampiri ku diambang pintu lalu mencium keningku)
"Gimana keadaannya Van? udah baikan?"
"Kamu dateng kesini aja aku langsung sembuh"
"ihh boong, ni aku bawain kamu melon, apel sama roti"
"Makasih loh sayang, tau aja aku suka melon,, BI tolong buatin teh buat pacar saya ya"
"Baik tuan"
"Kamu jangan sakit sakit, aku khawatir"
"Enggak sayang sekarang sudah sembuh, besok mulai ngampus lagi"
"Hmm syukur deh kalo udah sembuh kamunya"
Tok tok tok suara sendal dari seorang wanita yg turun dari tangga, itu adalah mamanya Evan panggil saya Ibu Rini. Dia berjalan menuju keruang tamu
"Tante (aku berdiri dan mengulurkan tangan untuk berjabat tetapi ibunya Evan tidak membalas dia memilih untuk duduk.
"Kamu sudah ga saya restuin tapi tetep aja kesini"
"Mama, mama ini apa apaan sih" Evan
"Maaf Tante aku kesini hanya untuk menjenguk Evan saja"
"Evan mau saya jodohin sama anak temen saya, kamu paham? udah saya sering saya bilangin masih aja tetep sama Evan"
Aku kaget mendengar omongan mamanya Evan, ternyata Evan dijodohin sama anak temennya ibu Rini
"Mama ini apa² an si,, sayang jangan dengerin perkataan mama ya"
"Iya gapapa ko, hmm udah sore aku pulang dulu ya, semoga cepat sembuh besok biar masuk kampus lagi"
"Kamu gapapa kan?"
"Aku gapapa kok, yauda aku pulang dulu ya selamat sore"
"Kamu hati hati ya"
Aku hanya mengangguk dan meninggalkan rumah Evan.
Aku memutuskan pulang dengan berjalan kaki sambil membawa plastik berisi strawberry.
"Ternyata Evan mau dijodohin sama orang lain, terus aku gimana? apa yg harus aku lakukan lagi? aku bingung" aku berjalan sambil meneteskan air mata
Sesampainya dirumah aku disambut mamaku dan Adikku
"Kok mukanya abis nangis gitu kenapa sayang? coba cerita sama mama sini?"
"Tadi aku abis jenguk Evan sakit dirumahnya kan, terus kata mamanya Evan, Evan mau dijodohin sama anak temennya maa" ( aku menangis di pelukan mama)
"Hmm sabar ya sayang, pasti nanti kalau jodoh bakal bertemu kok, kamu yg sabar ya" mama mengecup keningku
"Maa,,, apa aku pisah sama Evan? aku ga mau maa, aku ga mau"
"Udah ya sekarang Laura mandi terus sholat biar hatinya adem lagi yah"
"Baik maa, aku keatas dulu"
Jam menunjukkan pukul 21.00 aku mendapat notif pesan dari Evan
{Besok aku jemput ya ke kampus, oiya aku sayang kamu jangan didengerin apa yg mama bilang tadi ya, yauda jangan gadang besok kesiangan loh}
{Iya Van aku juga mau istirahat, kamu istirahat gih} terlihat Evan langsung off setelah mengirimkan pesan untukku,buktinya aku kirim pesan cuma centang 1 aja... Aku beranjak ke kasur dan ingin langsung tidur,, tapi aku kepikiran sama Putra waktu disupermarket tadi siang
"Kok dia baik ya tiba tiba ngasih aku melon sama strawberry,, hmm apa besok aku balikin aja duit sebagai ganti melonnya yg udah dia kasih ke aku,, tapi gimana caranya ga mungkin kan aku tiba tiba ngasih duit langsung ke Evan,, nanti malah banyak yg salah paham lagi,, kan banyak cewe yg naksir Evan hmm bingung."