“La, maafkan keputusan gua yang menerima Tio kembali. Bukannya enggak mendengarkan ucapan lu, tapi lu tahu sendiri, gua masih sayang sama Tio. Apa kita enggak bisa balik jadi teman lagi? Lu benar-benar marah sama gua?” tanya Nirina. Saat ini Nirina dan Lila tengah berada di taman kecil yang berada di depan panti asuhan. Nirina datang dengan maksud silaturahmi pada penghuni panti dan tidak diduga ternyata ada Lila juga di sini. Kebetulan. Meminta waktu untuk bicara sebentar. Menyelesaikan semua yang menyebabkan hubungan keduanya merenggang. “Gua enggak ada hak buat marah sama lu. Gua cuman enggak habis pikir saja sama jalan pikiran lu. Lu yang sering nangis karena kesalahan laki-laki itu, sekarang malah mau saja saat diajak baikkan. Gua enggak tahu, lu nya yang terlalu bodoh atau Tio yang

