Tiga bulan kemudian. Nadhifa baru saja turun dari pesawat, hari ini mereka berlibur ke tempat yang sangat istimewa. Tidak hanya berdua, tetapi mereka berenam dengan kedua orangtua Azzam. Mereka mengajak serta mereka ke dalam rencana perjalanan yang mendadak ini tapi bersyukur mereka mempersiapkannya dengan baik. Baru menginjakkan kaki di bandara hampir membuat Nadhifa menangis. Dia melihat bandar udara Interasional King Abdulaziz dengan mata berkaca-kaca. Ini tempat yang ingin di tuju semua umat muslim, Nadhifa menyeka ujung matanya. Dia sangat senang dan sekaligus sedih sampai di Jeddah. Ini rencana yang dia buat tiba-tiba, Nadhifa mengeluarkan biaya yang fantastis karena ini tdak dalam perencanaan dan mereka belum mendaftar sebelumnya. Tapi, itu tidak menjadi persoalan karena mereka b

