Pagi-pagi sekali, keesokan harinya Azzam memutuskan untuk pergi ke apartemen Nadhifa. Ketika teman-teman Reina menjenguk dia pamit sebentar untuk ke kantor, walaupun begitu dia ingin bertemu dengan Nadhifa. Sejak tadi malam, perasaannya tidak baik dan dia terus saja memikirkan Nadhifa. Apalagi sejak kemarin, dia tidak pernah menghubungi istrinya kembali setelah panggilan tidak terjawab itu. Dia sampai di apartemen setengah jam kemudian, dia langsung naik dan memasukkan kata sandi apartemen Nadhifa. Ketika pintu sudah terbuka, Azzam melihat tetangga apartemen istrinya itu keluar. Mereka bertatapan singkat lalu pria itu mengalihkan pandangan dan masuk ke dalam lift. Dia menaikkan sebelah alisnya bingung tetapi tetap masuk ke apartemen istrinya. “Assalamualaikum, Nad?” Azzam menutup pintu

