Reina membuka kacamatanya, dia datang ke kampus Nadhifa karena suadh muak menunggu wanita itu di depan apartemennya. Reina menatap sekeliling dan mulai masuk ke gedung kampus. Dia memberhentikan seorang mahasiswa, “Permisi?” “Ya?” Reina sedikit ragu untuk bertanya tetapi dia tidak ingin melepaskan kesempatan ini. “Saya mencari teman, dia dosen disini.” “Maaf, namanya siapa ya?” “Namanya, Nadhifa. Apa kamu tahu?” tanya Reina. Mahasiswa itu langsung mengangguk, “Tentu saja, Bu Nadhifa terkenal di kampus ini. Beliau sangat baik ketika mengajar, mau saya panggilkan?” “Boleh, katakan kepadanya saya menunggu disana.” Ucap Reina lalu kembali memasang kacamatanya. Mahasiswa tadi sedikit curiga kepadanya, tetapi tetap pergi dan menghilang ketika berada di tikungan koridor. Reina menghubun

