Chapter 36 - Azzam & Reina

1719 Kata

Nadhifa menaburkan bunga di atas makam kedua orangtuanya. Air matanya menetes karena rasa rindu yang sudah benar-benar menumpuk di hati. Dia merindukan mereka, Nadhifa sudah tidak mengingat lagi bagaimana kondisi kedua orangtuanya ketika mereka mengalami kecelakaan. Dia berdoa dengan dipimpin oleh Azzam dan kedua mertuanya. Nadhifa menarik napas panjang, ingin berhenti menangis tetapi air matanya tidak berhenti turun. “Sudah, Nak. Nanti mereka sedih.” Nadhifa mengangguk, “Iya, Bu. Tapi, air matanya nggak berhenti keluar.” Kali ini, Azzam langsung memeluknya. Nadhifa langsung menumpahkan air mata di pundak suaminya. Dia ingin menangis sampai hatinya lega. Rasanya dadanya sesak karena melihat makam kedua orangtuanya. Setengah jam kemudian, mereka pulang karena angin kencang dan juga ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN