Malam yang begitu menyisakkan tangis. Pricilla merasa sedih atas kejadian yang ada. Tidak akan bisa terbayangkan bagaimana kehidupannya tanpa seorang teman pun. Ditemani angin yang berembus melalui sela-sela atas jendela, Pricilla menenangkan diri. Gadis itu duduk di depan meja sembari mengerjakan laporan keuangan atas bisnis yang sedang berjalan. Selama dua jam Pricilla menyelesaikan pekerjaannya. Kini, dia mengambil ponsel untuk menghubungi teman-temannya. Bagaimanapun, dia perlu membicarakan semua permasalahan yang dihadapi. Dia ingin hubungan dengan teman-temannya kembali membaik. Namun, pesan yang dikirimkan tidak juga mendapatkan respons. Gadis itu mematikan laptop untuk ke-sekian kalinya. Hati yang terasa resah membuatnya tidak nyaman dalam menjalankan kegiatannya. Pricilla menat

