Waktu telah berangsur dan saat ini Anara sudah berada di rumah Pricilla. Mereka duduk di salah satu ruangan yang paling privasi bagi Pricilla. “Pris, ini aku enggak apa, kan?” tanyanya sambil membenarkan anak rambutnya yang mengganggu. Pricilla mengangguk, kemudian beranjak dari kasur. Gadis itu memilih merapikan pakaian yang masih bersih ke dalam almari. Setelah itu, dia membawa pakaian kotor ke kamar mandi. Saat kaki gadis itu sampai di dekat dapur, dia melihat sosok ibu sedang sibuk menyiapkan makanan. “Ma, enggak perlu masak, nanti bisa jajan di luar,” ucap Pricilla berdiri di ambang pintu masih membawa keranjang pakaian kotornya. “Enggak apa, Pris. Makanan buatan Mama jauh lebih sehat, daripada makanan di kuar sana. Jadi, makan saja di rumah,” katanya melirik ke arah Pricilla

