Rencana Yang Gagal

1094 Kata

Anders, Pricilla, Agnetha, dan Anara sudah menunggu ketiga temannya yang lain selama beberapa waktu. Bahkan, sudah sampai jenuh melihat kendaraan yang berlalu lalang di depannya. Sudah mulai muncul rasa malu dari diri mereka yang berdiri seakan orang dalam pencarian. “Gila, sih, tahu gini tadi lanjut tidur,” kata Anara sembari membuka ponselnya. Anara menghubungi Raynar agar memberikan kejelasan akan hari ini. Dia mengatakan tidak bisa datang secara mendadak, karena baru saja terbangun dari tidur semalam. Padahal, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh. “Dahlah, balik rumah saja,” kata Agnetha yang sudah kesal dengan temannya, bahkan dia juga merasa kesal dengan sinar matahari yang melunturkan dandanan di wajahnya. “Pulang, lanjut ke pulau kapuk,” lanjutnya sembari melangah se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN