Kegaduhan

1099 Kata

Anara menutup telinganya dengan bantalnya, kemudian mencoba tetap melanjutkan tidurnya. Dia tidak ingin menggubris teriakan dari Pricilla terlebih dahulu. Rasa kantuknya masih menggebu dan tubuh masih belum sepenuhnya merasakan kebugaran. “Anara!” teriak Pricilla dengan memukul tubuh Anara menggunakan guling berwarna biru. “Ra, bangun! Ini kamarmu bersihkan dulu, aku enggak terbiasa tidur dengan kondisi seperti ini!” lanjutnya sembari berdiri meninggalkan kasur. Anara pun terbangun, dia menatap ke arah Pricilla yang masih setia berdiri di lantai dengan tatapan garangnya. Lagi pula, siapa yang tidak akan marah jika ditampung di sebuah ruangan yang sangat kotor. “Astaga, lagian itu kecoa cuma sebiji doang,” ujarnya meremehkan, dia masih tergeletak di atas kasur. Pricilla berkacak pingga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN