Asmara Remaja

2118 Kata

Pricilla jatuh sakit. Tubuh yang dipaksakan untuk bekerja keras, pikiran yang dipaksa untuk berpikir berat membuatnya harus lari ke sebuah klinik yang tidak jauh dari rumah. Dia diantarkan oleh ibunya. Akibat dari kejadian ini, mereka harus membatalkan beberapa pesanan yang sudah masuk. “Makanya, jangan dipikirkan. Kalau memang masih rezeki kita, pasti nanti akan dapat ganti yang lebih baik. Nama baik juga bakal kembali,” kata ibunya duduk di sebelah ranjang yang ada di klinik itu. Pricilla hanya tersenyum tipis, tangan sibuk dengan ponsel. Padahal, suhu tubuh yang tinggi belum juga turun. Melihat tingkah gadis itu membuat ibu Pricilla geram. Bagaimana tidak? Tubuh anak itu perlu istirahat, tetapi malah sibuk dengan ponsel. “Kalau masih mau main hp, ya, sudah. Mama pulang saja,” kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN