Part 18

1593 Kata

Aku menoleh sekilas pada Reza yang fokus pada jalanan di depannya. Hampir lima kali aku bertanya padanya. Tujuan kita akan kemana? Dia cuma menunjukan senyum misteriusnya dan jawab 'Rahasia'. "Za?" "Mmmm." "Za?!" Panggilku lebih keras. "Apa, sayang?" serunya gemas. "Mau ke mana sih? Kok dari tadi gak nyampe-nyampe." Aku mendesah pelan. "Nggak bosen nanya itu terus dari tadi, heum?" Bibirku mengerucut dan tangan bersidekap. "Abisnya kamu ngeselin sih. Tinggal jawab aja. Susah banget!" gerutuku sebal. Tangannya terulur mencubit pipi kananku. "Coba hitung udah berapa kali kamu cemberut dan ngedumel dari pagi?" Aku mengernyit, tapi seolah terhipnotis aku menghitungnya dengan jari. "Satu? Dua kali deh," jawabku asal. Reza tertawa pelan. "Masih muda udah pikun. Coba hitung yang bener!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN