Epilog

2118 Kata

ARSENA & ARKANA Tanpa terasa waktu berputar sangat cepat, kedua jagoanku kini tumbuh besar dan berusia lima tahun. Seperti yang pernah aku bilang setelah melahirkan, wajah mereka ini duplikatnya Reza. Sangat mirip tidak dibuang barang sejengkal pun. Ciri fisik yang membedakan mereka berdua adalah tahi lalat yang hanya dimiliki Arsen tepat di bawah mata sebelah kirinya, dan mata Arkan yang sedikit semi sipit mirip denganku. Ya, setidaknya ada yang aku turunkan kepada putraku. Aku menatap kedua putra tampanku yang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing di kursi belakang. Sepulang mereka sekolah, aku mengajak mereka ke rumah barunya Kak Keenan. "Bunda," cicit Arkan, aku menilik dari kaca depan, Arkan mulai bergerak tak nyaman. "Kenapa sayang?" tanyaku lembut. "Ngantuk," Rengeknya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN