Joshua POV ========== Orang ini memberikanku sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. Dia mengoceh panjang lebar yang intinya kalau ternyata i mengenal ibu kandungku. Nah ini adalah kalung peninggalannya dulu, kalau liontin ya dibuka terlihatlah fotonya. Kecil memang, sudah buram juga, tidak jelas sama sekali. Dia memintaku untuk menjaganya baik-baik. Jadi saat aku mengajak Selin keluar dari rumahnya, aku langsung melemparkannya ke dalam got depan gedung ini. Hari sudah gelap, keramaian jalan dagang ini membuatku senang. Jarang sekali aku bahagia melihat keramaian ini. Apalagi suara nyanyian dari pasar malam seberang jalan. Kulihat Selin masih menatap ke arah got sambil bertanya, "Kamu buang apa?" "Bungkus permen." "Kalungnya siapa?" "Entahlah, aku tidak mau kalung tidak jelas

