Joselin POV ========== Arvin itu ternyata.. O my God. Arvin, dia, dia salah satu dari kelima orang yang ada di kamar bersama Gavin saat itu. Aku tidak percaya melihat foto wajah dari laki-laki ini dari koran. Pagi ini beritanya sangat heboh, sejauh kakiku melangkah, yang kutemukan adalah koran-koran yang dijual di pinggiran jalan atau dijajakan langsung. Kenapa Shua membunuhnya? Apa alasannya? Apa karena kemarin dia membuatnya marah? Apa itu yang dia maksud permainan? Apa dia ingin aku menemukan mayatnya? Untuk apa? Aku memikirkan hal pelik ini hingga sampai di depan pintu rumah asuh Pertiwi. Hari ini aku memakai kemeja lengan panjang, sarung tangan untuk menutupi bekas lukaku. Setelah kurasa tidak ada luka yang tampak jelas, kuketuk pintunya. "Ini Selin, Ibu," panggilku lirih semba

