59wp41

1547 Kata

Suara gemericik hujan membasahi bumi, membuat seorang lelaki dewasa di sebuah ruangan menatap keluar jendela. Matanya menatap lurus ke depan tanpa ada ekspresi sedikitpun. Sangat datar dan terlihat tak memiliki semangat untuk melakukan sesuatu. Sudah satu Minggu sejak gadis kecilnya pergi, ia hanya sibuk bekerja tanpa mau melakukan hal lainnya. Hatinya membeku, ia lebih memilih untuk tetap diam tak ingin melakukan sesuatu untuk memperbaiki semuanya. Walaupun merasa kesepian hidup sendiri, ego selalu mengalahkan dirinya. "Aku sudah kehilangan segalanya, Aquila satu-satunya harta yang paling berarti dalam hidup ku. Dan juga Stella, wanita yang sangat aku cintai. Entah, di mana dia sekarang." gumamnya sangat pelan. David, teman baiknya itu terus datang untuk memastikan keadaannya baik-baik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN