Aquila merasakan sebuah tangan kekar melingkari perutnya, tak lama, pundaknya juga terasa berat. Ia tersenyum menyadari suaminya yang baru bangun tidur langsung pergi ke dapur untuk menemuinya. Selesai shalat subuh tadi, Regan tertidur karena menidurkan Vincent yang sempat terbangun. Aquila mematikan kompor, berbalik menatap wajah suaminya yang masih terlihat begitu mengantuk. Ia menangkup wajah tampan Regan, lalu memberikan kecupan singkat pada bibirnya. Membuat ayah satu anak itu langsung tersenyum malu, telinganya juga memerah. "Mandi sana, aku udah siapin semua perlengkapan kamu buat ke kantor. Nanti, aku anterin ke kantor sekalian." kata Aquila lembut. Regan mengangguk menurut. Melihat suaminya yang sangat penurut membuat Aquila sering kali merasa hebat. Dulu ia yang selalu menurut

