25wp19

1128 Kata

Sesampainya di rumah Arnold segera menuju ke ruang tengah, benar saja gadis itu belum tidur. TV di depannya menyala dengan suara sangat kecil, tapi gadis itu malah fokus pada buku tebal yang di pegangnya. Arnold tersenyum miring melihat garis itu tak menyadari kehadirannya karena berlalu fokus pada buku tebal di tangannya. Dengan langkah pelan Arnold mendekat lalu duduk secara tiba-tiba di samping si gadis. " Aaaaa " teriaknya kaget Arnold tertawa ringan melihat gadis di depannya tampak kaget dan juga kesal karena ulahnya. Ia meletakkan kantong plastik berisi martabak manis yang di belinya tadi di meja, lalu mengambil novel yang terjatuh. " Arnold kamu mau buat aku mati lebih cepet ya " geram gadis itu " Gak kok, cuma mau ngingetin aja Aya manja jangan tidur kemalaman, gak baik buat ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN