34wp24

1171 Kata

Aquila mengintip suaminya yang sibuk dengan komputer di depannya. Wajahnya begitu serius menatap ke depan, membuat wajahnya semakin tampan saat serius seperti itu. Perlahan, Aquila membuka pintu, lalu masuk dengan membawa secangkir kopi. "Masih belum selesai?" tanya Aquila sembari memijat pundak suaminya. Cup Regan mengecup singkat tangan sang istri. Tangan lembut Aquila bisa membuatnya merasa nyaman. Perlahan, Regan meraih tangan kecil istrinya, digenggam dengan erat, lalu membawa Aquila ke dalam pangkuannya, dipeluk erat sambil menghirup wangi sabun mandinya yang biasa. "Kok belum tidur, hm?" tanya Regan lembut. "Pengen tidur peluk suami," jawab Aquila, tangannya mengelus lembut rahang sang suami. Regan tersenyum miring pada sang istri. Satu tangannya mematikan laptop dengan cepat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN