Regan mematung melihat sekretaris dan putrinya berlumuran darah, jantungnya seakan berhenti berdetak melihat pemandangan di depannya. Tubuhnya bergetar hebat, kakinya seakan lumpuh melihat dua orang di depannya. Sella langsung mengambil alih Vincent, dalam kondisi syok sekarang ini. Sudah pasti Regan tak bisa menolak saat Sella m ngambil putranya. Sampai beberapa detik kemudian Regan mulai berjalan mendekati tubuh putrinya. "Sial, wanita gila itu harus di musnahkan." geram Sergio. "Kalian bawa mereka ke rumah sakit, cepat." perintah Sergio, pada beberapa anak buahnya. Tanpa pikir panjang dia menembak mobil yang di kendarai Sonia membabi buta. Tak peduli dengan apa yang terjadi nanti, sekarang ia benar-benar marah melihat kondisi putri Regan yang berlumuran darah. Ban mobil yang di ken

