Regan membuang nafas pasrah, keputusannya sudah bulat. Ia akan melepaskan Aquila dan memulai semuanya dari awal. Ia tidak ingin kehilangan lagi kedepannya. Satu persatu foto Aquila yang ia pajang di kamar itu, ia masukkan ke dalam kardus. Bahkan pakaian yang ia siapkan untuk sang istri sudah tidak ada di dalam lemari. "Abang yakin mau nyerah, nak?" tanya Renatha sekali lagi. Regan menghentikan aktivitasnya mengambil semua foto Aquila. Di sana memang ada begitu banyak foto yang ia letakkan di kamarnya. "Berat dan nggak rela. Itu yang Regan rasakan Bunda, tapi kalau Regan berusaha mendapatkan Aquila, dan mempertaruhkan keselamatan anak Regan. Lebih baik, Regan berhenti. Regan akan besarkan Vincent dengan tangan Regan sendiri, kita akan hidup bahagia berdua." jawabnya dengan tersenyum geti

