Di rumah kediaman Enggar, Mereka semua sedang makan malam bersama. Cika melihat Hena dengan menyunggingkan senyum, setelah semua yang terjadi Cika masih sangat membenci Hena karena Hena sudah membuat Impiannya hancur, bukan menjadi Nyonya Karyadi satu satunya tapi dia malahan menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Kekasihnya sendiri. Cika menyorkan Kotak perhiasan kepada Ibu Diana. Ibu Diana memicingkan mata melihat Cika dan Kotak perhiasan itu. "Ini apa nak?" Tanya Ibu Diana sembari melihat isi kotak perhiasan. "Ini buat Mama, Mama terima ya" Ujar Cika dengan senyumnya. "Tapi ini__" "Niatnya memang untuk mama" Ujar Cika lagi. "Ya allah nak, makasih banyak ya" "Iya ma" Enggar tersenyum melihat Ibunya tersenyum. Hena menelan Ludahnya terasa sangat pahit, Benar benar pahit, melih
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


