Sinar mentari mengambil alih gelapnya malam, kedua insan tersebut masih tertidur di bawah selimut, pertempuran semalam yang menggairahkan membuat mereka berdua kelelahan, namun David sudah terbiasa bangun lebih awal sejak sang istri hamil anak kedua mereka, laki-laki tersebut menatap lekat ke sang istri yang masih tertidur pulas. "Selamat morning sayang," kata David sambil mengecup singkat pipi sang istri, lalu beranjak turun dari kasur untuk membuka hordeng jendelanya. Renata sedikit terusik kini membuat matanya perlahan terbuka, ia menyipitkan matanya sambil menghalau silaunya mentari. "Hai baby, sudah pagi, maaf ya jadi buat kamu kebangun," ucap David dengan senyuman, wanita tersebut kini memicingkan matanya melihat siluet postur sang suami. "Jam berapa sayang?" tanya Renata. David m

