BB. 88

2108 Kata

Seperti janjinya kepada sang anak dan istri, ia melangkah keluar dari rumah besar tersebut sambil memakai kaca mata hitamnya setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, kedua orangtua Rayala jelas masih menatap bingung ketika sang anak datang dengan mata yang sembab dan raut wajah pucat, Broto harus memahami kalau David bukan orang sembarangan untuk disentuh apalagi dituduh, ia mempunyai kartu siapapun yang mengusiknya. "Kalian balik saja, urusannya telah selesai, terimakaish sudah membantu," ucap David. Tirta dan Randy menunduk hormat. "Sudah tugas kami Tuan membantu anda," balas Tirta. "Jangan sungkan Tuan untuk memerintah kami, kami akan melaksanakan sesuai perintah Tuan," ujar Randy, David menepuk bahu mereka berdua lalu mengangguk. David berkata, "Saya duluan." Tirta dan Randy menun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN