Seminggu telah berlalu, kedua insan menjalanin dengan normal walau nyatanya mereka masih tidak bisa terima melihat sang anak masih terbaring lemah tidak ada respon yang baik. "Mas, apa semua baik-baik saja?" tanya Renata ketika melihat sang suami bersandar di kursi kerjanya. David memijat pelipisnya pelan, ia menoleh ke arah sang istri yang sudah membawa nampan. "Aku bawain kopi, kalau kamu capek istirahat Mas," ucap Renata yang kini memeluk dari belakang, laki-laki tersebut hanya tersenyum tipis. "Enggak kok sayang, kamu kenapa belum tidur?" tanya David. Renata berkata, "Nunggu kamu." David hanya tersenyum, ia sangat tahu sang istri tidak akan bisa tidur sendiri jika ada petir kala hujan. "Sini," ucap David, lalu menarik tangan Renata yang membuat wanita tersebut jelas mengerutkan ken

