Chapter 43

1074 Kata

Anne tahu bahwa orang tuanya sangat khawatir padanya ketika dia pulang tengah malam dengan wajah yang murung. Anne juga tahu kalau ibunya mencoba untuk masuk ke kamarnya dan mengetuk pintu kamarnya beberapa kali yang tidak dijawab sama sekali oleh Anne. Anne tahu semua ini salahnya. Dia pantas mendapatkannya. Semua amarah Ariekhsa, cacian pria itu, dan satu tamparan yang didapatkan Anne, mungkin benar-benar pantas ia dapatkan. Fisiknya lelah, batinnya meronta-ronta tidak kuat. Anne ingin lenyap. Bukankah hal yang bagus jika dia hanya menghilang begitu saja dan hidup dengan identitas baru di tempat yang mana tidak ada satu orang pun yang mengenalinya? "Ini semua salahku,"  gumam Anne pagi itu. Dia masih asyik bergelung di tempat tidurnya dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai kepal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN