Seperti sebelumnya, Sanjaya memberikan teh hangat pada Anne ketika mereka sudah berada di apartemen pria itu. "Anne, minumlah." Dia menyodorkan secangkir teh hangat yang langsung diterima oleh Anne. "Terima kasih," ujar Anne hampir seperti berbisik. Untuk sementara dia hanya ingin beristirahat di sini, bersembunyi, dan untuk sementara dia ingin melupakan semua masalahnya. Sanjaya menjadi tempat ternyamannya, tempatnya untuk berkeluh kesah. Untuk pertama kalinya, Anne sungguh bisa merasakan bagaimana bergantung pada orang lain. Dia tahu bahwa Sanjaya akan selalu bersama dia. Sanjaya duduk di sebelahnya dan menatapnya intens. Anne tahu bahwa pria itu menunggunya untuk bercerita, namun Sanjaya sungkan jika harus menyuruh Anne terlebih dahulu. "Sanjaya, apa kamu sungguh ingin mendengar semu

