Grace duduk dengan kasar dan menghempaskan punggungnya begitu saja ke sandaran sofa. Dia mendengus dan berdecak beberapa kali, membuat Dion yang ada di sampingnya, menatapnya heran. "Dasar anak tidak berguna," dumelnya dengan amarah yang memuncak. Hal itu tak ayal membuat Dion mengeryitkan dahinya. "Ada apa? Kenapa kamu marah-marah?" Pria itu seharusnya bekerja pagi ini, tapi entah apa yang menghalanginya untuk pergi ke kantor dan memilih untuk diam di rumah lebih dulu. "Anne, anak sialan itu, datang kemari dan mengatakan kalau dia tidak bisa berbicara pada ayahnya mengenai kamu dan jabatan kamu! Sial! Kalau begitu kenapa dia awalnya menyetujui permintaanku?!" Grace melampiaskan semua kekesalannya dia tidak mengerti kenapa Anne bisa berubah menjadi gadis paling menyebalkan. "Padahal kare

