Rencana Ariekhsa dan tunangannya untuk pergi ke London dibatalkan atas permintaan Ariekhsa sendiri. Tentu saja, dia merasa menjadi manusia paling bodoh ketika mengiyakan ajakan wanita itu dan sekarang tahu kebenarannya. Mungkin embel-embel; membantunya mengingat kembali memorinya yang sudah hilang hanya-lah bualan wanita itu semata untuk lebih mengulur-ulur waktu. Ariekhsa berdecih sebal setiap kali mengingat setiap kebohongan dari wanita itu. "Baiklah. Tidak apa, kondisi kamu juga sepertinya terlalu berisiko," ujar Anne siang itu ketika mereka menghabiskan waktu di rumah Ariekhsa. Ariekhsa tersenyum. Dia mengusap kepala Anne. "Terima kasih sudah mau mengerti, Gav." Anne terlihat gugup. Masih saja gugup tiap kali Ariekhsa bersikap lembut padanya. Sepertinya akan sulit baginya untuk terb

