Selena memeriksa napas Warren dan ia tersentak. Warren masih hidup ! Dengan cepat Selena menarik tubuh Warren yang besar keluar dari karung dan ia mengganti isi karung itu dengan batu-batuan. Ditariknya segera Warren menjauh dari tempat itu. Napas Selena terengah-engah karena harus menyeret Warren dan ia menemukan salah satu pohon yang cukup besar. Disandarkannya Warren di sana dan ia menoleh ke arah pemakaman lagi. Si jubah hitam belum datang. Selena kembali memandang Warren yang masih memejamkan mata dan ia memukul-mukul pelan pipi pria itu. Ada bekas memerah di kening Warren dan Selena menduga bahwa si jubah hitam memukulnya hingga pingsan. “Warren ! Warren ! Sadarlah ! please, kumohon kau segera sadar...!” desis Selena sambil menampar pelan

