Pada dasarnya, semua manusia itu baik, andai saja mau mengikuti nuraninya Daniel keluar dari bangku belakang mobil hitam milik keluarganya. Bukannya kedua orang tuanya orang yang ia lihat pertama kali sesampainya di kediaman megahnya, melainkan seorang gadis berambut dark brown yang sejak setahun terakhir sering berkomunikasi dengannyalah yang langsung memeluknya begitu keluar dari mobil. "Kamu telat sepuluh menit." ujar gadis cantik itu sembari menyembunyikan wajahnya di d**a bidang Daniel. "Maaf, tadi macet di jalan. Jam berapa kamu sampai di Jakarta?" Daniel. "Dua jam lalu. Aku tadi langsung mandi terus kesini." balas gadis itu. Daniel melonggarkan pelukannya. Ia menuntun gadis berambut coklat itu untuk menatapnya. "Melupakan jam makanmu lagi, Nona?" Daniel. Gadis itu tersenyum

