~DUA PULUH SEMBILAN~

1279 Kata

Vania mengurungkan niatnya untuk ke ruangan Linzy. Pikirannya sedang sangat kacau. Ia ingin menyendiri untuk beberapa saat. Ia menyusuri jalanan dengan tatapan kosong. Orang-orangpun mulai memperhatikan gadis yang tampak aneh itu. Tapi, Vania enggan memperdulikannya. Sekelumit bayangan masa lalu kembali terlintas di otaknya. Ada banyak hal yang membuatnya akhirnya memilih untuk hidup mandiri. Namun kini ia jadi ragu. Semua sama saja. Ia tetaplah gagal. Lalu, haruskah ia kembali? Tetes demi tetes air mata pulai berjatuhan ke pipinya. Namun tampaknya Vania tidak menyadari itu. "Devania!" Samar, Vania mendengar sebuah panggilan. Namun suara itu hanya seperti angin lalu di telinganya. "Devania, tunggu!" Lagi, suara itu kini terdengar lebih jelas dan dekat. Membuat Vania tidak dapat menahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN