Jiwa yang Tertukar

1290 Kata

Ruzayn menyusul ke rumah sakit, ia tergesa-gesa dan melangkahkan kakinya dengan lebar di sepanjang lorong rumah sakit menuju ruang rawat kembaran istrinya. Entahlah, ia merasa tidak tenang, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan dan ia selidiki. “Nak Ruzayn.” Ruzayn menoleh ke belakang, ada Ibu mertuanya berjalan menyusul di belakang bersama Ahmad. “Kau sendirian? Dimana Papa?” tanya Rumi. “Aku kebetulan tadi ada perlu di sekitar sini, karena Ayi ada di sini... aku putuskan untuk mampir sebentar. “Ia ada di dalam, kami baru saja membeli beberapa keperluan Shanaya di apotik.” Rumi menunjuk kantong yang berisi beberapa alat kesehatan yang sedang di bawa Ahmad. “Papa tidak tahu kau kesini?” tanya Rumi lagi, sekarang mereka bertiga berjalan bersama menuju ruang rawat Anaya. “Tidak, aku han

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN