Tanpa Ruzayn sadari, sudut bibir yang tadi terangkat sedikit kini menjadi senyum yang terkembang. Ruzayn menikmati pemandangan di depannya, yang membuat alam bawah sadarnya ikut bahagia melihat keluarga kecil itu tertawa. “Apa kau sekarang sudah menginginkan seorang anak?” Ruzayn menoleh, wajahnya kembali datar ketika menyadari pertanyaan yang barusan itu ternyata di tujukan untuk dirinya. “Kau? Ngapain ke sini?” tanya Ruzayn tidak senang. Yoga mendudukkan dirinya di samping Ruzayn. “Aku hanya ingin mengucapkan selamat.” pria itu menyodorkan tangan kanannya pada Ruzayn yang membuat Rizayn mendecih tidak suka. “Kenapa?” Yoga tertawa. “Apa kau khusus datang kesini untuk mengejekku?” sengit Ruzayn. “Tidak! Aku tidak mengejekmu. Bukankah aku tadi sudah mengucapkan selamat, tapi kau mal

