Ricky berulangkali menghela napas di depan kamar Denish, sudah setengah jam lebih dia berdiri di depan pintu kamar Dad-nya itu tanpa berani mengetuknya. Dia berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Denish, dia merasa bingung apakah dia harus masuk atau tidak. Dia terus mondar-mandir di depan pintu hingga sebuah suara mengagetkannya. “Ricky apa yang sedang kau lakukan di depan kamar Dad?” tanya Denish membuat Ricky kaget “Dad kau membuatku kaget!” “Itu bukan jawaban Ricky.” Ujar Denish sambil menatapnya dengan tatapan menyelidik sehingga Ricky merasa gugup “Anu, aku hanya...” “Hanya?” “Aku hanya ingin meminta maaf padamu Dad.” Ujar Ricky dalam satu tarikan napas “Hei tenanglah.” Ujar Denish karena melihat Ricky yang gugup “Jadi kenapa kau meminta maaf?” tanya Denish ketika Ricky

