Hanaelle baru saja sadar sepenuhnya saat aroma tanah basah dari taman belakang Kediaman Wiraatmaja tergantikan oleh bau interior mobil. Ia bersandar pada bahu Nathaniel, namun otot-otot suaminya itu terasa tegang—tidak memberikan kehangatan yang biasanya ia cari dalam diam. Di luar jendela, riuh rendah suara wartawan masih terdengar di kejauhan, terhalang oleh pagar besi yang kini dijaga oleh unit keamanan tambahan. Ketenangan yang rapuh itu pecah saat sebuah mobil medis dengan sirene yang dimatikan berhenti tepat di depan teras utama. Nathaniel menegakkan duduknya, pandangannya terkunci pada pintu belakang mobil tersebut. Hanaelle ikut memperhatikan dengan napas yang tertahan. Pintu terbuka. Sosok wanita turun perlahan dengan bantuan seorang perawat. Sebagian wajahnya tertutup perban ka

